Kontoversial Bahaya Radiasi Hand-phone

Hidup dalam era modern membuat kita harus menjalani kehidupan serba cepat dengan persaingan ketat. Pada saat yang sama kita harus menghadapi stress dalam kehidupan sehari hari, pekerjaan dan rumah tangga. Oleh karena itu pelbagai cara di tempuh untuk mengatasi stress yang semakin meningkat. Teknologi berkembang sangat pesat, salah satunya ialah maraknya penggunaan telepon gengam

815t_2.


Telepon genggam atau Handphone merupakan salah satu perkembangan tekhnologi. Dengan kecanggihannya, telepon genggam bukan hanya sebagai alat komunikasi melainkan jg bisa digunakan untuk mengirim data di internet, nonton TV, mendengarkan radio maupun mp3 dsbnya.

Namun dibalik kecanggihannya tsb, banyak jg efek negatif yg tanpa di sadari dpt mengganggu kesehatan manusia. Dr. Eka Putra Setiawan dari bagian Divisi Otologi RS SANGLAH mengatakan meskipun HP dpt mempermudah komunikasi, namun banyak efek samping dari penggunaan yg salah. Hal ini berkaitan dgn volume suara dan jarak dengar. Semakin HP ditempelkan ke telinga, maka semakin melekat mengenai liang telinga, “efeknya semakin besar yg menyebabkan terjadi peningkatan bunyi dan resonasi,” ujarnya. Menurut Dr Eka, semakin lama bunyi berbising, akan menyebabkan kelelahan pd otot. “Menggunakan HP hendaknya bergantian pd telinga kanan dan kiri. Sama halnya dgn olahraga berjalan atau lari. Semakin jauh akan terasa capek dan otot pegal. Ada masanya utk istirahat bagi otot pendengaran,” ujarnya. Selain itu, lanjut Dr Eka, perlu diwaspadai efek samping gelombang elektromagnetik yg dipancarkan HP. Radiasi HP berakibat buruk terhadap tubuh manusia. “Ketika Anda menggunakan te­lepon genggam, 70-80 persen ene­rgi radiasi yang dipancarkan dari antena telepon itu diserap ke­pala,” kata Prof Henry Lai dari Uni­­ver­sity of Washington, AS, se­perti di­kutip web MD Health. Radiasi HP memancarkan 215 kali perdetik masuk ke sel-sel otak mengenai DNA dlm sel. Pancaran sinyal dari emiter ponsel selalu mengikuti kaidah pancaran radiasi gelombang elektromagnetik.

Spektrum gelombang elektromagnetik dikelompokkan berdasarkan panjang gelombangnya atau bisa juga dikelompokkan berdasarkan frequensinya. Mengenai spektrum gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombangnya atau frequensinya dapat dilihat pada Tabel di bawah ini:

2ih6w6x

No. Jenis gelombang elektromagnetik:

Panjang gelombang (m)

Frequensi, (Hertz)

1. Gelombang radio:
a. Radio gelombang panjang
b. Radio gelombang pendek
c. Komunikasi bands.
d. Televisi

2. Gelombang Mikro:
a. Radar
3. Infra merah
4. Cahaya tampak
5. Ultra ungu
6. Sinar – X
7. Sinar gamma


109 - 10-3
109 - 103
103 - 10
105 – 10-3
10 – 10-1
10 – 10-5
10 – 10-3
10-3 – 10-6
10-6 – 10-7
10-7 – 10-10
10-8 – 10-12
10-10 – 10-16


1 – 1011
1 – 105
105 – 107
103 - 1011
107 – 109
107 – 1013
108 – 1011
1011 – 1014
1014 – 1015
1015 – 1019
1016 - 1021
1018 – 1025

Berdasarkan tabel tersebut di atas , tampak bahwa pancaran gelombang elektromagnetik dari ponsel dengan frequensi antara 900 – 1800 MHz telah memasuki daerah gelombang mikro seperti halnya radar. Bila dilihat energinya, maka pancaran gelombang elektromagnetik dari ponsel akan menghasilkan energi yang mengikuti persamaan berikut ini:


E  = h u
= h c/l

dimana:
E  = energi yang dihasilkan, erg.
h  = konstanta planck, 6,62 x 10-27 erg detik
c  = kecepatan cahaya, 300.000 km/detik   = 3.1010 cm / detik
l = panjang gelombang.
Kalau panjang gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel diambil 10-2 meter, maka energi elektromagnetik yang akan dihasilkan dapat dihitung sebagai berikut;
E  = 6,62.10-27 x 3.1010 / (10-2.10-2 )
= 19,86.10-17 erg
Karena ; 1 eV = 1,6.10-12 erg
Maka : E  =(19,86.10-17)/(1,6. 10-12)eV.
= 12,41 . 10-5 eV
= 1,241 . 10-6 eV

Untungnya, kata Dr Eka, manusia memiliki sawar darah otak yg melindungi paparan radiasi iniAnak2 dibawah usia 8 thn sangat rentan terhadap pancaran radiasi ini, sehingga sangat disarankan belum waktunya menggunakan HP. Spesialis anak RSU dr Soetomo itu mencontohkan anak berusia 2,5 tahun. Kepada anak usia tersebut, orang tua dianjurkan tak mengenalkan fungsi atau cara mengoperasikan gadget macam handphone atau laptop. Sebaiknya, anak hanya diperkenalkan pada suara, warna, atau bentuk barang elektronik tersebut. Sebab gelombang elektromagnetik yang terpancar dari barang elektronik tersebut tidak baik bagi anak. ’’Anak berisiko mengalami gangguan proses perkembangan otak, terutama pada proses kelistrikannya,’’ antarsel otak terhubung secara kelistrikan. Jika terkena gelombang elektromagnetik, hubungan listrik antarsel bisa terganggu. Itu sama dengan saat naik pesawat terbang. Selama pesawat landing, terbang, dan mendarat, penumpang diminta mematikan segala barang elektronik. Sebab, pancaran gelombang elektromagnetik dari gadget tersebut bisa mengganggu navigasi. ’’Jenis gangguannya memang tidak spesifik. Tapi, pasti mengganggu, terutama bila terpapar tiap hari dalam kurun waktu lama. Bahkan, sekalipun tak memegang gadget, anak tetap terkena dampak bila berada di sekitar barang elektronik yang memancarkan gelombang elektromagnetik. Disankan pd malam hari sebaiknya HP dimatikan. Jika tetap menyala, sebaiknya diletakkan diluar tempat tidur (kamar) agar gelombang elektromagnetik tdk menyerang otak. Efek yg ditimbulkan dr gelombang ini adalah sulit tidur, pusing, telinga mendenging dan daya tahan tubuh menurun.

Ada beberapa hasil penelitiann (taken from “ELECTRICAL SENSITIVITY”nya Prof. Dr.dr.anies, M.Kes,PKK ) yaitui sebagai berikut:

* Penelitian di Finlandia, radiasi elektromagnetik telepon seluler selama 1 jam mempengaruhi produksi protein pada sel. Meskipun tdk harus membahayakan kesehatan, ttpi jika terjadi pd sel otak dpt berakibat fatal
* Laporan dari European Journal of Cancer Prevention Augst 02 menyatakan pengugnaan HP lebih rentan bagi timbulnya kanker orak daripada tdk pernah menggunakannya sama sekali
* ICNIRP (International Comission on Non Ionizing Radiation Protection) dan FCC (Federal Communication Commision) menyatakan telepon seluler aman, meskipun wajib bagi produsen mencantumkan tingkat pajanan radiasi SAR (Spesific Absorption Rate) pada buku manualnya
* Meskipun emisi telepon seluler sangat kecil, apabia berada di dekat kepala selama beberapa menit dpt menaikan suhu di sel-sel otak sekitar 0,1 derajat C.

Bahaya-bahaya penggunaan ponsel:

· Memanaskan Otak dan Kulit

Inggris. Ponsel dapat membuat panas otak sehingga mengganggu fungsinya. Sebuah kajian yang telah diterbitkan di Inggris tahun lalu, mengungkapkan tingkat paparan (exposure) gelombang dari ponsel yang ditempelkan di dekat telinga atau bagian badan tertentu lebih besar daripada tingkat paparan dari stasiun ponsel terhadap seluruh badan.

Swedia. Sebuah studi menunjukkan peningkatan rasa/sensasi panas sebesar 48 kali terhadap telinga, muka dan kepala dari pengguna ponsel. Di Swedia juga dilaporkan pada tahun 2006 bahwa kita memiliki risiko 240 persen lebih besar terkena kanker otak berbahaya, tepatnya di bagian kepala yang berdekatan dengan telinga yang sering digunakan untuk bertelepon.

Rusia Ponsel dapat meningkatan suhu permukaan kulit sampai 4,7 oC yang dapat mengarah ke timbulnya kangker kulit. Di Inggris, ditemukan seorang pengguna ponsel yang meninggal karena tumbuhnya sel-sel kanker pada permukaan kulit yang sering bersentuhan dengan ponsel.

Beberapa peneliti memperingatkan bahwa dampak panas ponsel ini dapat menyebabkan paras pengguna bergaris-garis dan cekung yang menjadi awal terjadinya penuaan dini. Diduga panas menyebabkan sel-sel badan menurun kerjanya karena proses-proses dalam sel tak dapat berjalan secara efisien.


· Risiko Terkena Kanker

Swedia. Penggunaan ponsel meningkatkan risiko terkena tumor otak sebesar 2,5 kali. Anak-anak yang tulang tengkoraknya lebih tipis dan otaknya lebih kecil menghadapi risiko lebih besar.

Australia Tikus percobaan yang terkena radiasi ponsel selama 18 bulan, menghadapi tingkat risiko dua kali lipat terkena kanker.

USA Pengguna bersat ponsel mengalami penurunan hormone melatonin yang amat penting untuk mencegah berkembangnya sel-sel kangker.

Austria Perokok pengguna ponsel punya risiko lebih besar terkena kangker disbanding pengguna ponsel non perokok.

Pengguna ponsel berat (beberapa jam / hari) ditemukan terkena kangker getah bening non-Hodgkin pada leher di area yang sering mengalami kontak ponsel. Beberapa menit paparan radiasi ponsel dapat mengubah 5% sel kangker aktif menjadi 95% sel kangker aktif, selama periode paparan dan beberapa saat setelah itu. Risiko terkena tumor yang amat langka, neuro-epithelia, yang berkembang di luar otak, meningkat dua kali lipat pada penggunaan ponsel di bandingkan non-pengguna. Pada tahun 1998, tercatat tak kurang 8 tuntutan hokum berkenaan dengan timbulnya tumor otak akibat penggunaan ponsel.

· Kerusakan Sistem Pertahanan Tubuh dan DNA

Beberapa studi menunjukkan bahwa radiasi ponsel telah menyebabkan kerusakan DNA dalam sel tubuh. Menurut penelitian di Inggris, radiasi dari frekuensi radio yang lemah serupa dengan dipancarkan ponsel – dapat melemahkan system pertahanan tubuh yang bertugas melawan infeksi dan penyakit.

· Bayi Cacat

USA RAdiasi ponsel juga dikaitkan dengan bahaya terhadap ibu hamil dan janin yang dikandungnnya. Sebuah studi menunjukkan bahwa radiasi ponsel menyebabkan cacat pada emberio ayam.

· Peningkatan Tekanan Darah

Jerman pada sebuah studi yang dilaporkan dalam media Lancet pada 1998, tekanan darah pada subyek yang diteliti meningkat 5-10Hg-peningkatan yang lebih dari cukup untuk memicu stroke atau serangan jantung pada orang-orang yang berisiko tinggi.

Ini kali pertama sebuah bukti yang sangat meyakinkan bahwa radiasi ponsel dapat mengubah fungsi sel dalam badan manusia.

· Penyakit Alzheimer’s, Multiple Sclerosis & Parkinson’s

Swedia. Hanya dalam tempo dua menit terpapar pancaran gelombang ponsel, dapat melemahkan batas pengaman dalam darah, sehingga protein dan racun/toksin bocor dan kemudian masuk ke dalam otak. Inilah yang membuka jalan bagi berkembangnya berbagai penyakit seperti Penyakit Alzheimer’s, Multiple Sclerosis & Parkinson’s

Studi lain menunjukkan pengguna ponsel 30 menit/ hari terkena risiko pikun (memory loss) dua kali lipat disbanding pengguna ponsel kurang dari dua menit/hari.

USA Riset terhadap tikus menunjukkan paparan gelombang ponsel selama 45 menit menyebabkan terhambatnya kemampuan belajar dan ingatan jangka pendek mereka.

Inggris Riset yang disponsori pemerintah menunjukkan keterkaitan antara radiasi ponsel dengan kehilangan ingatan jangka pendek dan pikun sesaat.

· Jantung dan Batu Ginjal

Eropa. Riset baru-baru ini menunjukkan radiasi ponsel dapat menyebabkan kebocoran hemoglobin – pembawa oksigen ke seluruh tubuh – dari sel darah merah, hal ini berakibat pada timbulnya sakit jantung dan batu ginjal.

· Penurunan Gairah Sex, Rasa Terbakar dan Kelelahan

Ukroina Riset pada binatang menunjukkan pengguna ponsel dapat menurunkan gairah sex secara drastic. Tikus yang terpapar radiasi ponsel menghasilkan jauh lebih sedikit hormone testoteron dalam darah dibandingkan tikus yang tak terpapar. Semakin tinggi tingkat radiasi semakin sedikit testosterone yang dihasilkan, sehingga menurunkan gairah seksual.

Skandinavia Riset yang disponsori oleh industry ponsel, pemerintah Norwegia dan Swedia menegaskan adanya korelasi antara lama frekuensi/ seringnya penggunaan ponsel dengan munculnya gejala-gejala kelelahan/ fatique rasa terbakar, dan sakit kepala. Pengguna ponsel juga ada yang melaporkan telah mengalami kulit gatal-gatal, terbakar dan kejang-kejang.

· Racun Dari Tambalan Gigi

Riset pun menunjukkan bahwa radiasi ponsel dapat mengaktifkan mercuri dalam tambalan gigi sehingga menghasilkan sejenis gas beracun. Beberapa pakar percaya bahwa gas itu dapat menyerang otak dan system syaraf sehingga mengakibatkan kondisi seperti depresi, asthma, Alzheimer’s dan Multiple Sclerosis.

· Sakit Kepala,  Pusing-Pusing, Kehilangan Konsentrasi

Swedia Riset yang disponsori industry ponsel terhadap 11.000 pengguna ponsel 4 – 5 kali sehari menghadapi risiko 3,6 x lebih besar terkena sakit kepala dari pada pengguna ponsel kurang dari dua kali sehari. Para pengguna juga menghadapi risiko 2,3 kali terkena pusing-pusing dan s,4 kali terkena kehilangan konsentrasi dibanding non-pengguna. Orang-orang muda menghadapi risiko lebih besar, mereka yang berusia dibawah 30 tahun menghadapi risiko 3 – 4 kali lebih besar dibandingkan pengguna yang lebih tua.

hp_accident1

Penolakan atau kontra penggunaan ponsel dapat berbahaya:

· “Sejujurnya hingga sekarang belum ada bukti yang pasti,” kata Andrew Weil, MD, Direktur Program Pengobatan Integratif di College of Medicine, University of Arizona. Ponsel sering dianggap bisa menyebabkan tumor otak karena diyakini bisa mengantarkan gelombang elektromagnetik.

· Di satu sisi, dua laporan terbaru mengajak kita untuk tidak terlalu khawatir. Setelah membandingkan kebiasaan menelepon dengan ponsel lebih dari 300 pasien kanker otak dengan orang-orang yang sehat, para peneliti Jepang menyatakan tidak ada hubungan antara lamanya waktu bertelepon dengan kemungkinan mengidap kanker. Selain itu, sebuah studi selama enam tahun di Inggris seputar teknologi telekomunikasi bergerak dan kesehatan juga tidak menemukan hubungan antara penggunaan ponsel jangka pendek (kurang dari 10 tahun) dengan kanker otak.

· Berdasarkan penelitian terbaru di Denmark, pengguna HP tidak terbukti lebih rentan terkena kanker otak dibanding mereka yang bukan pengguna. Toh kecurigaan ini juga tidak dibarengi dengan kecenderungan meningkatnya populasi penderita kanker otak seiring dengan menjamurnya penggunaan ponsel akhir-akhir ini. Namun diakui bahwa jika dipakai terlalu lama, ponsel umumnya akan menimbulkan efek panas. Ini disebabkan gelombang turun naik pada HP yang mengakibatkan kumpulan energi penyebab panas. Sama halnya bila kita menggosok-gosokkan tangan, maka kulit yang tergosok pasti akan terasa panas. Itulah sebabnya, jika terlalu lama menggunakan HP, telinga kita akan terasa panas. Bahkan ada yang mengalami bengkak di telinga akibat HP.

· Sigmar Gabriel, Perdana Menteri Lingkungan Jerman, mengungkapkan lebih dari 50 penelitian dalam DMF (German Mobile Telecommunications Research Programme), dari tahun 2002 hingga 2008, tidak menemukan bukti bahwa mobile phone dan menara transmisinya dapat menimbulkan resiko kesehatan dalam jarak radiasi elektromagnetik. Program penelitian yang menghabiskan biaya sekitar USD 26 juta, difokuskan pada fungsi mekanis dari gelombang electromagnetic frekuensi tinggi dalam handphone atau ponsel, yang dapat berakibat buruk pada manusia dan hewan, dan jumlah radiasi elektromagnetik yang dihasilkan. Beberapa penelitian menamakannya blood-brain barrier, sebuah filter yang dapat mencegah substansi tertentu yang berbahaya dalam darah dari neuron terdekat dalam otak. Dalam penelitian juga ditemukan sekitar 1,5% orang yang menamakan dirinya “electrosensitive” dan lalu mereka menyalahkan radiasi electromagnetic yang telah menyebabkan gangguan kesehatan. Para peneliti mengungkapkan bahwa mereka memang memiliki gangguan kesehatan seperti sakit kepala, dan susah tidur, yang dapat disebabkan oleh berbgai hal, namun sepertinya tidak ada hubungannya dengan radiasi elektromagnetik. Para peneliti juga menegaskan, tidak ada bukti bahwa electromagnetic dapat menyebabkan masalah kesehatan, yang dinamakan electrosensitve.

· Suatu penelitian menunjukkan bahwa kenaikan suhu kepala akibat penggunaan telepon bergerak ini sangat kecil. “Sedemikian kecilnya sehingga kepala anda tidak akan menjadi lebih panas dari terkena sengatan matahari.” Para peneliti mengatakan bahwa kepala para pengguna telepon genggam menjadi panas tidak lebih dari 0,15 derajat Celcius. Sementara itu, deketahui bahwa gelombang elektromagnetik yang sepadan dengan peningkatan 0,25 derajat  Celcius tidak mengganggu kesehatan. Sebagian besar gelombang elektromagnetik dari telepon genggam ini –serupa dengan gelombang dari oven micowave dengan kekuatan lebih rendah- hanya ditemukan di sekitar antena. Gelombang mikro ini memanaskan bagian kepala yang paling dekat dengan alat itu, namun kenaikan temperature segera dihilangkan oleh aliran darah normal yang menuju kepala

Cara Untuk Mengetahui Radiasi Handphone :

1. Tes Kekuatan otot lengan seseorang dengan menekan, seolah-olah tangan tersebut diberi beban seberat 3 – 5 Kg. Kalau ada tenaga untuk menahan berarti jantung (organ) orang tersebut sehat.

pic1

2. Jika sedang online dapat mengakibatkan radiasi HP, maka lengan orang yang                kita tes tenaganya akan berkurang atau tidak ada tenaga untuk menahan tekanan.

pic2

3. Begitu juga apabila HP diletakkan di posisi jantung. Lengan tersebut tidak kuat menahan tekanan akibat radiasi gelombang elektromagnetik HP.

pic3

4. Apabila HP tersebut telah ditempeli stiker Habbaco Wave Power maka otot lengan tersebut dapat kembali kuat menahan tekanan.

pic4

5. Penggunaan HP CDMA lebih rendah radiasinya dari GSM

CDMA (Code Division Multiple Access), menggunakan teknologi spread-spectrum untuk
mengedarkan sinyal informasi yang melalui bandwith yang lebar (1,25 MHz). Teknologi ini
asalnya dibuat untuk kepentingan militer, menggunakan kode digital yang unik, lebih baik daripada chanel atau frekuensi RF. Ponsel CDMA ada dua jenis tanpa kartu sehingga nomer panggilnya harus deprogram oleh petugas operator yang bersangkutan, dan satu lagi ponsel CDMA yang dilengkapi dengan RUIM (Removal User Identification Module) atau dalam istilah GSM dikenal dengan SIM Card. Ada sejumlah kelebihan yang ditawarkan CDMA. misalnya, komunikasi selular tidak lagi rawan
radiasi, tidak lagi seperti suara robot, tidak terputus-putus
Feature teknologi CDMA
Teknologi CDMA didesain tidak peka terhadap interferensi. Di samping itu, sejumlah pelanggan
dalam satu sel dapat mengakses pita spektrum frekuensi secara bersamaan karena
mempergunakan teknik pengkodean yang tidak bisa dilakukan pada teknologi GSM.
Kapasitas yang lebih tinggi untuk mengatasi lebih banyak panggilan yang simultan per channel
dibanding sistem yang ada. Sistem CDMA menawarkan peningkatan kapasitas melebihi sistem
AMPS analog sebaik teknologi selular digital lainnya. CDMA menghasilkan sebuah skema spread-
spectrum yang secara acak menyediakan bandwith 1.250 KHz yang tersedia untuk masing masing pemanggil 9600 bps bit rate meningkatkan call security keamanan menjadi sifat dari pendekatan spread spectrum CDMA, dan kenyataannya teknologi ini pertama dibangun untuk menyediakan komunikasi aman bagi militer mereduksi derau dan interfensi lainnya CDMA menaikkan ratio signal to noise, karena lebarnya bandwith yang tersedia untuk pesan. efisiensi daya dengan cara memperpanjang daya hidup baterai telepon salah satu karakteristik CDMA adalah kontrol power sebuah usaha untuk memperbesar kapasitas panggilan dengan mempertahankan kekonstanan level daya yang diterima dari pemanggil bergerak pada base station fasilitas koordinasi seluruh frekuensi melalui base station base station sistem CDMA menyediakan soft hand off dri satu base station ke lainnya sebagai sebuah roaming telepon bergerak dari sel ke sel, melakukan soft hand off mengingat semua sistim menggunaan frekuensi yang sama. Fungsi spread spectrum dan power control yang memperbesar kapasitas panggilan CDMA mengakibatkan bandwith yang cukup untuk bermacam macam layanan data multimedia , dan skema soft hand off menjamin tidak hilangnya data

• meningkatkan kualitas suara
• memberbaiki karakteristik cakupan yang dapat menurunkan jumlah sel
• meningkatkan privacy dan security
• menyederhanakan perencanaan sistim
• Memerlukan daya pancar yang lebih rendah, sehingga waktu bicara ponseldapat lebih lama
• Mengurangi interferensi pada sistim lain
• Lebih tahan terhadap multipath.
• Dapat dioperasikan bersamaan dengan teknologi lain (misal AMPS)

Kesimpulan


Quantum energi yang ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik ponsel, secara kuantitas relatif masih kecil karena hanya berkisar seper sejuta elektron Volts. Namun kalau jarak sumber radiasi dengan materi, yaitu jarak antara pesawat ponsel dengan kepala (khususnya telinga) diperhitungkan, maka dampak radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel tidak boleh diabaikan begitu saja. Alasannya adalah karena intensitas radiasi elektromagnetik yang diterima oleh materi (kepala khusus bagian telinga), akan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak, artinya makin dekat dengan sumber radiasi (ponsel) akan makin besar radiasi yang diterima. Persoalan akan lebih menarik lagi, kalau waktu kontak atau waktu berbicara melalui ponsel diperhitungkan, maka akumulasi dampak radiasi akibat pemakaian ponsel perlu dicermati lebih jauh lagi. Hal-hal inilah yang pada saat ini sedang diteliti oleh Prof. Leid Salford, yaitu dampak radiasi elektromagnetik ponsel terhadap tubuh manusia. Pengamatan lebih jauh mengenai dampak radiasi elektromagnetik ponsel terhadap tubuh manusia, ternyata mempunyai kemiripan dengan dampak radiasi elektromagnetik yang ditimbulkan oleh radar. Pesawat radar sejauh ini telah diduga mempunyai dampak terhadap manusia yang berada pada sekitar instalasi radar. Dampak tersebut adalah kemampuan radar mengagitasi molekul air yang ada dalam tubuh manusia. Perlu diingat bahwa sel-sel yang terdapat dalam tubuh manusia sebagian besar mengandung air, maka dampak agitasi terhadap molekul air perlu mendapat perhatian yang seksama. Agitasi yang ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik. Kalau intensitas radiasi elektromagnetiknya cukup kuat, maka molekul-molekul air terionisasi, dampak yang ditimbulkan mirip dengan akibat yang ditimbulkan oleh radiasi nuklir. Peristiwa agitasi oleh gelombang mikro yang perlu diperhatikan adalah yang berdaya antara : 4 mW/cm2 ~ 30 mW/cm2. Agitasi bisa menaikkan suhu molekul air yang ada di dalam sel-sel tubuh manusia dan ini dapat berpengaruh terhadap kerja susunan syaraf, kerja kelenjar dan hormon serta berpengaruh terhadap psikologis manusia. Menurut para ahli, untuk waktu kontak yang cukup lama, ada kemungkinan terjadi sterilisasi terhadap organ reproduksi. Hal-hal inilah yang kemungkinan diduga sebagai penyebab timbulnya penyakit “alzheimer” yang pada saat ini tengah diteliti oleh Prof. Leid Salford. Alzheimer atau timbulnya kepikunan yang terlalu dini, sudah barang tentu sangat merugikan manusia karena jelas akan menurunkan produktivitas kerja seseorang. Hal penelitian mengenai pengaruh gelombang mikro terhadap tubuh manusia menyatakan bahwa untuk daya sampai dengan 10 mW/cm2 masih termasuk dalam nilai ambang batas aman. Nilai ambang batas aman sebesar 10 mW/cm2 ini berlaku di Amerika, sedangkan untuk negara-negara lain belum dicapai kata sepakat berapa sebenarnya nilai ambang batas aman tersebut. Sebagai contoh, Rusia menetapkan nilai ambang batas aman adalah 0,01 mW/cm2, jauh lebih kecil (1/1000 nya) nilai ambang batas aman yang ditetapkan oleh Amerika. Jadi mengenai penetapan nilai ambang batas aman masih perlu diteliti lebih jauh lagi, demi keselamatan pemakai gelombang mikro termasuk pula terhadap pemakaian ponsel. Kekhawatiran terhadap adanya radiasi elektromagnetik yang dikeluarkan oleh ponsel, ternyata telah dimanfaatkan secara psikologis oleh produsen peralatan proteksi radiasi yang ditimbulakan oleh ponsel. Pada saat ini memang telah diperdagangkan suatu alat yang dikatakan dapat memproteksi radiasi yang ditimbulkan oleh pontel, terutama yang katanya dapat menembus dan mempengaruhi jaringan otak manusia. Seberapa jauh efektifitas alat proteksi radiasi yang ditimbulkan oleh pemakaian ponsel, sejauh ini masih perlu diteliti kebenarannya. Namun yang jelas, dampak psikologis terhadap kemungkinan adanya pengaruh radiasi elektromagnetik yang dikeluarkan oleh ponsel, telah dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menjual peralatan proteksi tersebut. Peralatan proteksi radiasi tersebut ada yang berlabel buatan Amerika dan berbentuk cincin yang menurut “petunjukknya” harus ditempelkan pada bagian telinga agar radiasi elektromagnetik dari ponsel tidak sampai ke jaringan otak. Ada juga peralatan lain yang dikatakan sebagai reduktor radiasi elektromagnetik ponsel berupa loudspeaker telinga yang dilengkapi dengan extension kabel atau lebih populer dengan sebutan alat “hands free”. Dengan alat hands free ini orang dapat berkomunikasi via ponsel tanpa memegang ponsel. Alat ini agaknya masih dekat denga tubuh karena pada umumnya dimasukkan ke dalam saku baju. Namun sekali lagi, seberapa jauh efektifitas peralatan proteksi radiasi elektromagnetik tersebut, kiranya masih perlu diteliti lebih lanjut. Perlu diperhatikan adalah berkomunikasilah dengan ponsel seperlunya saja, agar waktu kontaknya singkat sehingga dosis yang diterima kecil dan waktu kontak yang singkat juga berpengaruh terhadap kantong Anda, karena menghemat pemakaian pulsa ponsel.
Pemakai HP menghindari sentuhan antena ke telinga atau sekujur kepala pada saat melakukan dan menerima hubungan telepon. Lebih baik pakailah ponsel dengan bijak. Jauhkan ponsel dari tubuh dengan memaksimalkan penggunaan hands free atau wireless headset utk mendengarkan suara lewat HP. Ponsel Digital GSM dapat mengganggu fungsi beberapa jenis peralatan elektronik (TV, Radio,PC), karen akan terjadi interferensi. Selama menggunakan Ponsel GSM jangan sekali2 menyentuh antena-nya. Matikan Ponsel GSM bila berada didalam Pesawat Terbang & berada ditempat pengisian bahan bakar. Sangat berbahaya pemakaian Ponsel GSM didekat orang2 yang menggunakan alat bantu elektronik seperti: Hearing Aids, Pacemaker. Ponsel GSM mengandung magnit, jangan diletakkan didekat alat2 penyimpan data elektronik seperti Diskette Computer, Credit Card.

13 thoughts on “Kontoversial Bahaya Radiasi Hand-phone”

  1. saya adalah di antara orang yang telah berhasil menciptakan produk safty mobile phone energizer. alat yang dapat mengubah energi negatif yang di pancarkan radiasi hp atau barang elektronik lainnya menjadi energi positif

  2. Pingback: MANUEL
  3. Pingback: Kors Micheal
  4. Pingback: xenon
  5. Pingback: NICHOLAS
  6. thnk u for all…:) semoga tulisan yang amat sederhana ini dapat membantu…
    aryne: nanti tag cobanya ya aryne maaf lama tag membuka blog….ok,,,tgu ya…
    rare: semoga dengan blog ni sedikit membantu ya…mungkin dari mulut ke mulut….dari rare ke keluarga mungkin…tapi sarannya akan saya pertimbangkan

  7. Pingback: ALEJANDRO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>